<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="0.92">
<channel>
	<title>Silokabudaya</title>
	<link>http://silokabudaya.com</link>
	<description>Untuk Kesejahteraan Masyarakat yang Berakar pada Seni dan Budaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Aug 2010 09:16:25 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	<!-- generator="WordPress/3.0.1" -->

	<item>
		<title>Kelana Temani Tidur Panjang Sang Maestro</title>
		<description><![CDATA[TOPENG kelana menemani tidur panjang Mimi Rasinah (80), maestro tari topeng dari Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, yang meninggal Sabtu siang lalu dan dimakamkan Minggu (8/8) pukul 9.00 WIB. Topeng dengan muka berwarna merah itu merupakan kesukaan almarhum selama kariernya sebagai penari topeng yang dikenal luas di dunia internasional. &#8220;Memenuhi amanat Mimi, kelana ini ikut dikuburkan [...]]]></description>
		<link>http://silokabudaya.com/?p=231</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mimi pun Menari Sampai Mati</title>
		<description><![CDATA[“Mimi ingin menari sampai mati,” begitu Mimi Rasinah mengungkapkan keinginannya kepada “PR” kira-kira setahun lalu. Ketika itu, tubuhnya yang renta sudah sering sakit-sakitan. Satu-satunya keinginan sang maestro topeng Indramayu dalam menghadapi usianya yang makin senja adalah mengakhiri hidupnya dengan menari. Tiga hari yang lalu, siapa sangka keinginannya terkabulkan. Mimi Rasinah mengakhiri hidupnya setelah menari dalam [...]]]></description>
		<link>http://silokabudaya.com/?p=229</link>
			</item>
	<item>
		<title>Selamat Jalan Kang Uyan Asmi</title>
		<description><![CDATA[Pagi-pagi baca berita di internet, salah satu seniman Sunda, pentolan grup lawak d&#8217;Bodor yaitu Yan Asmi telah meninggal dunia. Berikut petikan beritanya dari Pikiran Rakyat: SUKABUMI, (PRLM).- Uyan Suryana bin Dodo Sukardi atau kerap disapa Kang Yan Asmi De&#8217;Bodor, Senin (29/3) meninggal dunia. Pelawak asal Sukabumi itu meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) [...]]]></description>
		<link>http://silokabudaya.com/?p=225</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mementaskan Kesenian Tanpa Hakikat</title>
		<description><![CDATA[Keberlangsungan hidup berkesenian dewasa ini tidak terlepas dari peran kalangan akademisi, utamanya di perguruan tinggi seni. Perguruan tinggi seni menjalankan tugasnya sebagai wadah konservasi, pengembangan kreativitas seni, sekaligus menggali setiap kemungkinan yang membuatnya lebih kaya. Salah satu tokoh yang tepat untuk diajak memperbincangkan tema ini adalah Fransiscus Xaverius Widaryanto. Menguasai tari dan gamelan Jawa, Mas [...]]]></description>
		<link>http://silokabudaya.com/?p=222</link>
			</item>
	<item>
		<title>&#8220;Seperti Dapur dan Meja Makan&#8221;</title>
		<description><![CDATA[Keindahan itu tak seperti aslinya. Begitu paling tidak kalimat yang bisa menggambarkan kondisi karya seni di Jawa Barat (Jabar). Siapa sangka, di balik eksotisme penari jaipong, keharmonisan ketukan angklung, dan indahnya puisi Sunda, seniman di Jabar masih merintih. Apresiasi yang mereka dapatkan tak sebanding dengan keindahan seni yang mereka berikan. Menghargai seni bisa diartikan memberikan [...]]]></description>
		<link>http://silokabudaya.com/?p=220</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ketika Alun-Alun Tak Lagi Bebas Diakses</title>
		<description><![CDATA[Seperti pepatah ada gula ada semut, para pelaku teater oncor juga selalu berusaha mencari pusat-pusat keramaian. Semakin banyak penonton, semakin efektif upaya seniman memperkenalkan karya mereka. Tambahan lagi, semakin banyak pula saweran yang mungkin didapatkan. Oleh karena itu, pada zaman teater oncor alun-alun setiap wilayah di Provinsi Jawa Barat memegang peranan penting. Berfungsi sebagai ruang [...]]]></description>
		<link>http://silokabudaya.com/?p=217</link>
			</item>
	<item>
		<title>Gedung Kesenian Bukan Segala-galanya</title>
		<description><![CDATA[PENGERTIAN ihwal fungsi dan makna seni yang berubah-ubah dari masa ke masa, telah menyebabkan terjadinya perubahan dalam memaknai ruang tempat kehadiran seni itu sendiri sebagai peristiwa. Ruang merupakan kesatuan dalam peristiwa kehadiran seni yang, dengan itu, menjelaskan pemaknaan serta fungsi seni dalam masyarakat. Hingga sejauh mana seni berperan dan bermakna bagi masyarakatnya, bisa diselisik dari [...]]]></description>
		<link>http://silokabudaya.com/?p=214</link>
			</item>
	<item>
		<title>&#8220;Tanggaplah&#8221; Seniman, Lestarilah Kesenian</title>
		<description><![CDATA[Sangat melegakan andai kita bisa berkata lantang, &#8220;Tak ada yang perlu dicemaskan tentang hidup berkesenian di Jawa Barat!&#8221; Meski kebanyakan kalangan mengkhawatirkan arus globalisasi bakal menggilasnya, sekuat tenaga seni pertunjukan bertahan. Globalisasi hanya memberikan &#8220;sentuhan baru&#8221; bagi produk-produknya. Faktanya, para seniman &#8211;sebagai &#8220;dalang&#8221; kesenian&#8211; memang terus mencipta. Seni pertunjukan berkembang dalam kemasan-kemasan baru. Termasuk seni [...]]]></description>
		<link>http://silokabudaya.com/?p=211</link>
			</item>
	<item>
		<title>Baraya Transit, Tokyo &#8211; Jepang</title>
		<description><![CDATA[Baraya Transit (Batran) adalah sebuah paguyuban yang baru saja didirikan di Tokyo Jepang. Tepatnya pada tanggal 16 Januari 2010. Baraya (Sunda.red) yaitu saudara dan Transit adalah singgah untuk sementara. Mengingat anggota baraya kebanyakan pelajar dan pekerja yang tidak akan selamanya tinggal di Jepang. Akhmad Munir S.Pd pun terpilih dan di percaya untuk menjadi pupuhu/ sesepuh [...]]]></description>
		<link>http://silokabudaya.com/?p=204</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kendang, The First Sundanese App for iPhone/iPod Touch</title>
		<description><![CDATA[Bangsa Indonesia patut berbangga, terutama masyarakat Jawa Barat, karena ada salah satu seniman Jawa Barat yang telah peduli membuat aplikasi alat musik kendang (gendang) khusus buat iPhone/iPod Touch, yang dapat diunduh langsung dari iTunes Store secara gratis!! Adalah seorang Dhany Irfan yang dengan ketekunannya membuat aplikasi tersebut dan memasukannya ke iTunes Store sehingga dapat diunduh [...]]]></description>
		<link>http://silokabudaya.com/?p=202</link>
			</item>
</channel>
</rss>
