Baraya Transit (Batran) adalah sebuah paguyuban yang baru saja didirikan di Tokyo Jepang. Tepatnya pada tanggal 16 Januari 2010. Baraya (Sunda.red) yaitu saudara dan Transit adalah singgah untuk sementara. Mengingat anggota baraya kebanyakan pelajar dan pekerja yang tidak akan selamanya tinggal di Jepang. Akhmad Munir S.Pd pun terpilih dan di percaya untuk menjadi pupuhu/ sesepuh BATRAN periode 2010-2012.

KEGIATAN RUTIN BATRAN

Pantas kalau setiap orang berkata kami hanya “Kumpul-kumpul tidak karuan”, mengingat baraya yang datang setiap sabtu malam di Balai Indonesia Tokyo berpakaian dengan gaya anak muda yang beragam. Rambut gondrong, celana jeans, pake gelang dan rantai dompet yang panjang.

PENGAJIAN

Akan tetapi, suasana berubah mulai pukul 7 malam. Semua pergi mengambil air wudhu dan menuju ke sebuah mushola Kecil di Balai Indonesia. Di pimpin oleh Ustadz Bukhori S.PdI, mereka mengaji Qur’an. Pak Ustadz menyampaikan materi dan cara baca Qur’an dengan penyampaian yang lain daripada yang lain. Membuat kami semua kerasan berada di mushola itu. Seusia kami, ternyata baca Qur’an saja masih salah-salah.

EKSPLORASI SENI DAN BUDAYA

Satu jam pengajian selesai, barayapun siap-siap menuju ruang gamelan. Kali ini mereka berubah menjadi sosok pelaku seni yang handal. Dengan memanfaatkan sebuah gamelan “terbaik”, kamipun bermain dan berlatih.

Harapan kami, semoga kiprah ini mendapat dukungan dari semua pihak tanpa di bayang-bayangi oleh “prasangka urakan” yang acap kali kami dengar dan kami temui. Kita adalah satu bangsa yang seyogyanya hidup bersama, menegakkan rasa bertoleransi terhadap sesama. Kami adalah anak negeri yang tidak punya misi lebih. Untuk saat ini hanyalah misi mempererat tali silaturahmi.

Sumber: http://dhanyirfan.net/archives/897