BANDUNG, (PR).-

Maestro tari topeng asal Indramayu, Mimi Rasinah (80), tiba di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Kamis (21/2). Mimi akan menjalani pengobatan penyakit stroke yang dideritanya sejak dua tahun lalu.

Pukul 15.00 WIB, Mimi memasuki ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS. Setelah dilakukan observasi, Mimi dipindahkan ke Ruang 19A Neurologi, kamar 3 RSHS.

Mimi berangkat dari kediamannya di Desa Pekandangan Kec./Kab. Indramayu, diantar anaknya Wacih (44), cucunya Aerli Rasinah (22), dan sejumlah anggota keluarga lainnya. Tak lupa, seperangkat alat musik gamelan pun dibawa serta untuk menemani dan menghibur Mimi.

“Meski sakit, kalau dengar suara musik gamelan dia langsung bangun. Apalagi, kalau dengar nada musik yang dimainkan salah, dia pasti langsung membenarkannya,” ujar Aerli yang akrab disapa Eli.

Sebelum dibawa ke RSHS, keluarga Mimi sempat kesulitan biaya pengobatan yang mencapai Rp 500.000,00/bulan. Oleh karena itu, pihak keluarga berencana menjual topeng pusaka yang selama ini dipakai Mimi saat pentas di dalam negeri atau di luar negeri.

Setelah ditempatkan di Ruang 19A, Mimi langsung memainkan alat musik saron yang dibawanya. “Biar semangat. Dia kan seniman, cara untuk menghibur diri ya main musik,” kata Eli.

Meski sudah ditawari ruang VIP di Paviliun Parahyangan RSHS, namun Mimi menolaknya. “Katanya enggak tahan sama dinginnya AC. Mending di kamar biasa saja, berbarengan dengan pasien lainnya,” ujarnya.

Di tengah keterbatasannya, Mimi tetap mengajar para muridnya di Sanggar Tari Mimi Rasinah. “Dengan sebelah tangan dan berada di kursi roda, Mimi biasa memberi instruksi tarian. Sakit yang dialaminya tak membatasi dunia seni yang sudah puluhan tahun digelutinya,” ungkap Eli.

Tak berapa lama setelah diperiksa dokter RS, Agum Gumelar bersama rombongan datang menjenguk. Agum Gumelar yang juga cagub (calon gubernur), mengaku prihatin dengan nasib yang dialami Mimi Rasinah.

Oleh karena itu, begitu mengetahui berita soal Mimi Rasinah, dia langsung meminta pengurus PDIP Indramayu membawanya ke RSHS Bandung.

“Setelah baca berita Mimi di koran, saya ingin membantu penyembuhannya. Hal itu semata-mata karena saya menghargai seniman dan menyukai hasil karya mereka,” ujar Agum.

Sebelum berangkat ke Bandung, Mimi Rasinah dijenguk oleh Hj. Anna Sophana, istri Bupati Indramayu Irianto M.S. Syafiuddin (Yance). Anna ditemani Sekda Indramayu, Dra. Hj. Sri Indrawati serta sejumlah pengurus PKK setempat.

Anna juga sempat menyerahkan sejumlah bantuan. Dia berpesan kepada rombongan pengurus PDIP untuk menjaga dan merawat Mimi Rasinah. “Bu Yance berpesan dan minta agar Mimi dirawat secara baik-baik,” tutur Ono Surono, anggota DPRD Indramayu dari F-PDIP yang memimpin rombongan penjemput Mimi Rasinah.

Menurut Ono, semua biaya pengobatan Mimi selama di RSHS akan ditanggung PDIP. “Pak Agum Gumelar dan Pak Rudy Harsa meminta langsung agar Mimi dirawat saja di RSHS Bandung. Mending dirawat di RS daripada berada di rumah tanpa ada perawatan,” tutur Ono. (A-93/A-158)**

Sumber: Pikiran Rakyat