Untuk Kesejahteraan Masyarakat yang Berakar pada Seni dan Budaya
BANGUNAN sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah di Desa Pekandangan, Kec/Kab Indramayu yang terbuat dari bilik bambu, Rabu (18/6) tampak mengenaskan dan tidak semegah kebesaran nama Mimi Rasinah yang sering menjadi duta bangsa menari topeng di mancanegara. MARSIS SANTOSO/”PR”
MIMI Rasinah “maestro” penari topeng asal Indramayu, Rabu (18/6) berbincang dengan cucu dan cicitnya di sanggarnya yang sederhana dan bolong-bolong dinding bambunya. MARSIS SANTOSO/”PR”
Uloh
August 23rd, 2008 at 6:15 pm
Mimi…
Terakhir saya melihat langsung mimi Rasinah berlatih adalah saat menjelang pementasan “Ki Tumenggung Makalangan” Kang Kocin mungking ingat itu kali pertama Grup Kesenian Kami “Kabumi” membuat suatu format acara dengan membawa Maestro Seni seperti Beliau.
Saat latihan terlihat betapa tegasnya seorang mimi Rasinah yang dengan kesalahan menabuh sedikit saja bisa jadi sangat marah, betapa bagi dirinya kualitas latihan sangat penting. Betapa tidak seorang pun bisa main-main saat berlatih dengan Beliau. Sehingga hasilnya bisa dilihat saat pagelaran. Tidak perlu saya gambarkan betapa ruh tarian telah menyatu dengan setiap gerakan tubuhnya.
Tetapi dibalik kebesaran namanya, mimi Rasinah tetap seorang seniman dari daerah yang terlihat lugu, tidak ada adu harga, tidak terlihat pilih-pilih pementasan, dan saya yakin sekalipun dengan kondisi keseharian yang memprihatinkan mimi Rasinah tidak akan mengeluh. Hanya saja akhirnya nasib seorang maestro Seperti Mimi ada pada kita, sejauhmana kita mempunyai rasa empati pada seorang maestro kesenian seperti itu, Mimi rasinah adalah bukti nyata betapa perhatian kita terhadap maestro seni – dan karyanya – sangat kurang, itupun bila tidak mau dikatakan hilang.
Perhatian tersebut tidak cukup hanya dengan memberi kesempatan berpagelaran yang banyak, tetapi lebih dari itu, memberi kesempatan kepada para maestro ini untuk bisa mengaktualisasikan diri, menurunkan dan mengajarkan seluruh kemampuan seni akan lebih bermakna. Setidaknya ada dua keuntungan dari hal tersebut, pertama karya seni dan kemampuan mereka akan ada penerusnya, kedua jika saatnya tiba mereka telah meninggalkan dunia ini, kita bisa berharap nama besar mereka akan tetap hidup bersama karyanya untuk menambah khasanah dan kekayaan dunia seni Indonesia.
Dhany Irfan
August 23rd, 2008 at 9:33 pm
Sebuah negara bisa menjalin hubungan yang erat dengan negara yang lain adalah dengan Seni. Begitu ada tamu-tamu negara datang ke Indonesia misalnya, selalu di sambut dengan Seni. Mimi Rasinah adalah salah satunya. Sosok/ figur warga negara Indonesia yang sudah mengharumkan bangsa dan negara lewat seni dan budaya. Lantas, seberapa besar peran negara terhadap para seniman dan budayawan yang sudah tua?
ayu
March 13th, 2009 at 10:39 am
ass…
hmm.. tuk menghubungin sanggar Mimi R gmn y…
saya harus contak kmn? makasih..
cah ayu dr pekandangan
November 22nd, 2009 at 5:16 pm
mi……….nie murid mi2,saya nax pkd .ouh………y mi,saya sbg murid mi2 merasa bangga bisa belajar tari sm mi2.
ouh…y mi klo bisa saya pgn d ajarin tarian yg baru donk m mba aerli. y mba ………………?