Untuk Kesejahteraan Masyarakat yang Berakar pada Seni dan Budaya
KeprihatinanTerhadap Perkembangan Seni dan Budaya.
Kebudayaan sebagai hasil cipta, rasa dan karsa manusia tidak bias lepas dari perjalanan peradaban manusia, lahir sebagai hasil dari intreraksi manusia dengan alam dan lingkungannya, kebudayaan telah menjadi penujuk tinggi rendahnya dan nilai-nilai luhur yang terkandung yang terkandung dari peradaban tersebut.
Kesenian merupaka suatu wujud kebudayuaan yang berkaitan dengan penciptaan simbolik dengan gerak dan bunyi atau rupa atau paduan dari pola-pola yang ditunjukkan pada pencapaian pengalaman estetis, penghayatan dan informasi tentang gejala alam, sosial, serta individual melalui interpretasi. Dalam hal ini, Indonesia yang telah mengalami perjalanan peradaban memiliki warisan kesenian yang beraneka ragam, yang sudah sewajarnya dipertahankan dan dilestarikan.
Kenyataan yang terjadi di Indonesia saat ini, pengaruh perkembangan jaman yang sangat pesat telah membuat bangsa Indonesia lupa akan nilai-nilai luhur budaya yang dipresentasikan dalam kesenian lokal Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dengan tidak terpeliharanya kesenian-kesenian warisan luhur budaya bangsa tersebut, bahkan beberapa mungkin sudah punah karena ditinggalkan dan tidak memiliki ahli waris yang dapat meneruskan kesenian tersebut.
Kondisi tersebut diperparah dengan derasnya arus informasi saat ini dimana kesenian dari luar negeri yang merupakan hasil budaya asing pun bisa masuk dengan mudahnya dan berinteraksi dengan peradaban lokal, yang pada gilirannya akan menggeser kesenian lokal yang berujung pada tergesernya pula nilai-nilai luhur dari kearifan budaya bangsa.
Di lain pihak terdapat pendapat bahwa kesenian tradisional dan pelaku seninya telah menjadi kaum yang “eksklusif”. Hal ini bisa kita lihat dari kenyataan bahwa untuk bisa menyaksikan kesenian tradisional orang harus dengan susah payah mencari informasi untuk sekedar menyaksikan Jaipongan atau merogoh saku lebih dalam untuk bisa mengadakan hiburan pernikahan dengan bajidoran.
Kenyataan ini harus kita sikapi secara bijak, karena tidak selamanya kita dapat menyalahkan kecepatan arus globalisasi, tetapi juga kita harus melakukan introspeksi diri, sejauh mana kita telah berjuang untuk memberikan informasi tentang kesenian yang kita miliki, sehingga memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bias menikmati dan mengapresiasi kesenian bangsa sendiri sehingga diharapkan timbul kesadaran atas pelestarian budaya bangsa umumnya dan kesenian pada khususnya.
Pages: 1 2
Last Comment