Visi, Misi dan Filosofi

Visi:

Membentuk Tatanan Masyarakat Beradab Yang Berakar Pada Nilai Kearifan Lokal Melalui Seni dan Budaya

Misi:

  1. Melestarikan seni dan budaya beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
  2. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui seni dan budaya

Filosofi Logo Silokabudaya:

logo silokabudaya

Logo Silokabudaya diambil dari wujud gunungan/kayon dalam dunia pewayangan. Disebut gunungan karena bentuknya seperti gunung yang berisi mitos “sangkan paraning dumadi” yaitu asal mulanya kehidupan. Juga melambangkan pohon kalpataru atau pohon pengharapan.

Silokabudaya hadir untuk membuka jalan seperti yang tersirat dalam salah satu fungsi gunungan sebagai pembuka pergelaran/pentas.

Logo silokabudaya terdiri dari 3 lapisan warna.

Abu-abu
Intelek dan kesederhanaan

Biru
Melambangkan perasaan yang dalam. Warna ini mempunyai karakter tentang konsentrasi, ketenangan, bekerjasama, dapat menerima segala masukan, perasa, cerdas dan bersatu. Selain itu warna biru juga memberikan pengaruh lemah lembut dan bijaksana.

Coklat
Menunjukkan persahabatan, kejadian yang khusus, bumi, rumah, lingkungan luar rumah, kenyamanan, daya tahan, stabilitas, kesederhanaan, kedekatan, kedamaian, produktivitas, praktis dan kerja keras.

Di bawah 3 lapis warna, ada siluet warna hitam yang mencerminkan akar dan batang.

Silokabudaya dapat memupuk dan membentuk tatanan masyarakat beradab yang berakar pada nilai kearifan lokal melalui seni dan budaya (visi Silokabudaya)

Logo & Filosofi © 2008 Silokawarna | a Silokananta Global Network Company


  • 15 Seni dan Budaya Jabar Akan Dihakpatenkan
    JAWA Barat kaya akan seni, budaya, dan upacara adat, yang menjadi ciri khas sejak zaman dahulu. Dari 250 macam seni budaya maupun upacara adat yang ada, kira-kira 150 di antaranya masih aktif dan masih dipakai oleh warga Jabar. Semua kekayaan ... - #

Last Comment

  • galih muhammad: punten , hoyong terang meser karinding dimana nya ?
  • diko: wah jangan sampai, sudah lagu rasa sayange dsb diambil sama ...
  • luki: leres....leres.......
  • ninda: leres, seueur wanoja sareng jajaka nu langkung motekar, nu l...
  • luki: leres pisan kang benny, nu motekar, nu gaduh kamampuan mung ...
  • moza: saya bru blajar krinding . ternyata karindingg itu mudah jug...
  • Joko P.: bukannya kecolongan, ttp emang pem kita aja yg membiarkan it...
  • christ: wah jadi prihatin yo sama menteri kit...
  • rudy: muhun eta oge sae' ...namung tidinya tarekahan deui ku urang...
  • adhelina pisca: gak boleh kecolongan lagii
  • adhelina pisca: jangan sampe Indonesia kecolongan lagii sm Malangsia !
  • cah ayu dr pekandangan: mi..........nie murid mi2,saya nax pkd .ouh.........y mi,say...
  • izmal: pupuhna ulahnu( eling-eling )wae nulain atuh ok.... kirim ka...
  • almas aprilana: upami bade meser karinding di mana nya?punten tiasa nyuhunke...
  • heri: alhamdulillah kami digarut juga melestarikan seni karinding
  • Eep: alaikum salam kang sule.... reueus dilongokan ku pupuhu bud...
  • Kang Sule (sukmasunda): Aeh.... Assalamu alaikum, Kang Ep....
  • Kang Sule (sukmasunda): Sok jadi kaliru atuda, Loh. Dipiwarang ngajurian ge sok jant...
  • herman: Saya kira bukan masalah sentuhan baru, sebab secara musikal ...
  • herman: Angklung yang datang ke Malaysia adalah dibawa oleh orang Ja...

No shows booked at the moment.