Seperti pepatah ada gula ada semut, para pelaku teater oncor juga selalu berusaha mencari pusat-pusat keramaian. Semakin banyak penonton, semakin efektif upaya seniman memperkenalkan karya mereka. Tambahan lagi, semakin banyak pula saweran yang mungkin didapatkan. Oleh karena itu, pada zaman teater oncor alun-alun setiap wilayah di Provinsi Jawa Barat memegang peranan penting.

Berfungsi sebagai ruang publik, alun-alun memungkinkan rakyat menggelar berbagai ajang interaksi yang mampu mendatangkan banyak orang. Hal ini didukung letak alun-alun yang strategis. Di Indonesia, kebanyakan alun-alun terintegrasi dengan pusat-pusat pemerintahan dan keagamaan. Dari sinilah alun-alun berperan memudahkan seni pertunjukan tradisional berkembang.

Menurut budayawan Jakob Sumardjo, alun-alun merepresentasikan riwayat seni pertunjukan di masyarakat lama yang selalu dilangsungkan di ruang-ruang terbuka. Tak hanya di alun-alun, seni juga ditampilkan di halaman rumah, di sawah, di bibir pantai, atau di sumber mata air. “Hal ini sekaligus menandakan kedekatan manusia, ketika itu, dengan alam. Dulu, manusia dan alam harmonis. Berbeda dengan sekarang ketika manusia selalu ingin tampil di atas,” ucapnya.

Read the rest of this entry »

PENGERTIAN ihwal fungsi dan makna seni yang berubah-ubah dari masa ke masa, telah menyebabkan terjadinya perubahan dalam memaknai ruang tempat kehadiran seni itu sendiri sebagai peristiwa. Ruang merupakan kesatuan dalam peristiwa kehadiran seni yang, dengan itu, menjelaskan pemaknaan serta fungsi seni dalam masyarakat. Hingga sejauh mana seni berperan dan bermakna bagi masyarakatnya, bisa diselisik dari ruang mana peristiwa seni itu hadir dan dihadirkan.

Bagi masyarakat primordial di Indonesia, seni hadir bersama peristiwa-peristiwa sosial yang terjadi dalam masyarakatnya. Bersama berbagai upacara –sebutlah, seren taun, panen, ziarah leluhur, hajat laut, pesta pernikahan, dan kematian, atau sejumlah ritus religi–, seni di dalamnya hadir sebagai peristiwa komunal. Ia hadir dalam ruang bersama di tanah lapang hingga di pelataran rumah.

Di ruang bersama dalam berbagai peristiwa sosial semacam inilah seni tradisi dimengerti bukan sebagai ”seni” itu sendiri. Akan tetapi, bertautan langsung dengan konteks keperluan masyarakatnya. Oleh karena itu, umumnya, seni tradisi berlangsung dalam ruang terbuka (outdoor). Tentu saja, hal itu dengan mengecualikan seni-seni klasik milik para bangsawan di Jawa yang diadakan di keraton atau di pendopo kabupaten (dalem).

Read the rest of this entry »

Sangat melegakan andai kita bisa berkata lantang, “Tak ada yang perlu dicemaskan tentang hidup berkesenian di Jawa Barat!” Meski kebanyakan kalangan mengkhawatirkan arus globalisasi bakal menggilasnya, sekuat tenaga seni pertunjukan bertahan. Globalisasi hanya memberikan “sentuhan baru” bagi produk-produknya.

Faktanya, para seniman –sebagai “dalang” kesenian– memang terus mencipta. Seni pertunjukan berkembang dalam kemasan-kemasan baru. Termasuk seni pertunjukan lawas yang digolongkan ke dalam “teater oncor”, kesenian yang (dulunya) dipergelarkan secara ngamen di tanah lapang dan hanya berpenerang oncor, obor bercabang tiga. Longser, topeng, ubrug, dan berbagai tarian khas di Jabar hingga kini tetap hidup. Sebagian berhasil mempertahankan diri dalam bentuk-bentuk lama. Sebagian lagi berubah rupa dalam pergelaran tunggal kesenian dan festival-festival. “Para pelaku seni memiliki kesadaran untuk terus berinovasi,” kata pengamat teater rakyat sekaligus pewayang dan sutradara, Arthur S. Nalan.

Persoalannya, seni pertunjukan bukan saja soal inovasi seniman. Di zaman modern seperti sekarang ini, seni pertunjukan amat membutuhkan masyarakat sebagai apresiator dan tentu saja, pemerintah sebagai promotor sekaligus regulator. Hal ini tidak terlepas dari pergeseran pemaknaan seni pertunjukan. Jika dulu kesenian menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem kepercayaan, kini, kesenian tak lebih dari sekadar tontonan dan hiburan.

Read the rest of this entry »

Baraya Transit, Tokyo – Jepang

24 Jan 2010 In: Aktivitas

Baraya Transit (Batran) adalah sebuah paguyuban yang baru saja didirikan di Tokyo Jepang. Tepatnya pada tanggal 16 Januari 2010. Baraya (Sunda.red) yaitu saudara dan Transit adalah singgah untuk sementara. Mengingat anggota baraya kebanyakan pelajar dan pekerja yang tidak akan selamanya tinggal di Jepang. Akhmad Munir S.Pd pun terpilih dan di percaya untuk menjadi pupuhu/ sesepuh BATRAN periode 2010-2012.

Read the rest of this entry »

Bangsa Indonesia patut berbangga, terutama masyarakat Jawa Barat, karena ada salah satu seniman Jawa Barat yang telah peduli membuat aplikasi alat musik kendang (gendang) khusus buat iPhone/iPod Touch, yang dapat diunduh langsung dari iTunes Store secara gratis!! Adalah seorang Dhany Irfan yang dengan ketekunannya membuat aplikasi tersebut dan memasukannya ke iTunes Store sehingga dapat diunduh oleh siapa pun dibelahan dunia mana pun.

Aplikasi ini adalah yang pertama karya urang Sunda yang masuk secara resmi dan diterima oleh Apple Inc. Semoga aplikasi ini bisa menjadi pemicu bagi kita untuk tetap mencintai seni dan budaya kita sendiri, dan sebagai promosi seni budaya kita di kancah dunia internasional. Semoga pemerintah Indonesia ada kepedulian lebih terhadap budaya dan seni bangsa ini, daripada ribut-ribut mempatenkan seni budaya karena sering diklaim oleh tetangga kita.

Source: http://eepinside.com/?p=1860


  • 15 Seni dan Budaya Jabar Akan Dihakpatenkan
    JAWA Barat kaya akan seni, budaya, dan upacara adat, yang menjadi ciri khas sejak zaman dahulu. Dari 250 macam seni budaya maupun upacara adat yang ada, kira-kira 150 di antaranya masih aktif dan masih dipakai oleh warga Jabar. Semua kekayaan ... - #

Last Comment

  • galih muhammad: punten , hoyong terang meser karinding dimana nya ?
  • diko: wah jangan sampai, sudah lagu rasa sayange dsb diambil sama ...
  • luki: leres....leres.......
  • ninda: leres, seueur wanoja sareng jajaka nu langkung motekar, nu l...
  • luki: leres pisan kang benny, nu motekar, nu gaduh kamampuan mung ...
  • moza: saya bru blajar krinding . ternyata karindingg itu mudah jug...
  • Joko P.: bukannya kecolongan, ttp emang pem kita aja yg membiarkan it...
  • christ: wah jadi prihatin yo sama menteri kit...
  • rudy: muhun eta oge sae' ...namung tidinya tarekahan deui ku urang...
  • adhelina pisca: gak boleh kecolongan lagii
  • adhelina pisca: jangan sampe Indonesia kecolongan lagii sm Malangsia !
  • cah ayu dr pekandangan: mi..........nie murid mi2,saya nax pkd .ouh.........y mi,say...
  • izmal: pupuhna ulahnu( eling-eling )wae nulain atuh ok.... kirim ka...
  • almas aprilana: upami bade meser karinding di mana nya?punten tiasa nyuhunke...
  • heri: alhamdulillah kami digarut juga melestarikan seni karinding
  • Eep: alaikum salam kang sule.... reueus dilongokan ku pupuhu bud...
  • Kang Sule (sukmasunda): Aeh.... Assalamu alaikum, Kang Ep....
  • Kang Sule (sukmasunda): Sok jadi kaliru atuda, Loh. Dipiwarang ngajurian ge sok jant...
  • herman: Saya kira bukan masalah sentuhan baru, sebab secara musikal ...
  • herman: Angklung yang datang ke Malaysia adalah dibawa oleh orang Ja...

No shows booked at the moment.