PERAJIN membuat angklung di Saung Angklung Udjo (SAU), Jln. Padasuka Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Permintaan pasar akan angklung cukup tinggi. Untuk pasar luar negeri saja, permintaan mencapai 15.000 buah angklung dan 500 unit angklung sedangkan potensi lokal bisa mencapai 90.000 unit.* ADE BAYU INDRA

ANGKLUNG sebagai simbol kesenian musik Sunda ternyata memiliki potensi untuk dijadikan produk industri, tidak hanya untuk pasar lokal tetapi juga ekspor. Apalagi permintaan produk ini sangat besar, untuk pasar luar negeri permintaan bisa mencapai 15.000 buah angklung dan 500 unit angklung. Sedangkan potensi lokal bisa mencapai lebih dari 90.000 unit, 12.000 unit di antaranya untuk Kota Bandung.

“Saat ini kami tidak mampu memenuhi permintaan itu, karena kami hanya bisa memproduksi 15.000 buah angkung setiap bulannya yang dipasarkan ke dalam negeri maupun luar negeri,” tutur Direktur Operasional Saung Angklung Udjo, Satria Yanuar Akbar di Saung Angklung Udjo, Jln. Padasuka, Bandung, Selasa (5/8).

Read the rest of this entry »

Hidupkan Kembali Aksara Daerah

7 Aug 2008 In: Kliping Media Massa

Dr. Omman, “Naskah Kuno di Luar Negeri Lebih Baik”

BANDUNG, (PR).-
Hasil kajian filolog terhadap naskah kuno Nusantara harus didukung disiplin ilmu lain. Hal itu penting karena isi teks naskah sebagai hasil pola pikir masyarakat masa lalu sesungguhnya mengandung banyak hal kontekstual yang dapat dimanfaatkan masyarakat masa kini.

Contohnya, hasil kajian naskah kuno yang berisi tentang fitoterapi harus didukung disiplin ilmu kedokteran. Sehingga, khazanah obat-obatan tradisional masa lalu yang disampaikan dalam naskah kuno dapat digunakan dunia kedokteran dan obat-obatan masa kini. Itulah salah satu hasil rekomendasi Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara (SIPN) XII di Saung Angklung Udjo yang ditutup Rabu (6/8) malam.

Dalam rekomendasinya, para filolog juga sepakat untuk menghidupkan kembali aksara daerah. Mengingat bahasa daerah merupakan bahasa yang digunakan dalam naskah kuno Nusantara. Bahasa daerah ini meliputi bahasa Sunda, Jawa, Bali, Madura, Bugis, Melayu, dan lainnya.

Read the rest of this entry »

Perajin Bordir Tasik Mengeluh

7 Aug 2008 In: Kliping Media Massa

TASIKMALAYA, (PR).-
Para perajin bordir mengeluhkan terhambatnya proses pengiriman produk kerajinan mereka dari daerah Tasikmalaya ke Pasar Tanah Abang, Jakarta. Hal itu karena mobil berpelat hitam yang biasa mereka gunakan untuk membawa bordir ke Jakarta, banyak yang dihentikan dan dirazia petugas dari Polda Jabar, karena dinilai melanggar ketentuan.

Padahal, perajin bordir Tasikmalaya sudah belasan tahun mengirimkan hasil kerajinan mereka dengan menggunakan mobil pribadi minibus, untuk menghemat biaya angkutan. Namun saat ini, hal itu tidak dilakukan, karena dianggap pelanggaran. Untuk mengangkut produk kerajinan itu, aparat mengharuskan para perajin menggunakan mobil angkutan berpelat kuning.

Read the rest of this entry »

BANDUNG, (PR).-
Menteri Negara Koperasi dan UKM, Suryadharma Ali, menegaskan, pelestarian dan pengembangan seni budaya yang ditunjang dengan kriya sulit berkembang akibat terbentur pendanaan. Cara pandang masyarakat terhadap seni kriya berbasis seni budaya juga menjadikan regenerasi terhadap budaya asli berjalan di tempat.

“Selain dana sebagai penunjang utama seni budaya, juga karena kita kurang peduli terhadap seni budaya asli Indonesia,” ujarnya, dalam perbincangan dengan peserta “Awi-awi Mandiri 2008″, di halaman belakang Saung Angklung Udjo, Jln. Padasuka Bandung, Selasa (5/8).

Di hadapan peserta yang terdiri atas seniman, budayawan, perajin kriya bambu, serta perwakilan mahasiswa 10 perguruan tinggi di Kota Bandung, Suryadharma berharap para pelaku seni memanfaatkan pinjaman lunak dari bank pemerintah atau bank yang ditunjuk. “Penggunaannya tentu untuk pengembangan usaha, bukan untuk kepentingan lain yang tidak ada hubungannya dengan seni budaya maupun usaha kriya,” tuturnya. Read the rest of this entry »

BANDUNG, (PR).-
Pemerintah daerah merupakan institusi yang harus bertanggung jawab terhadap segala potensi dan kekayaan daerahnya. Termasuk, potensi dan kekayaan naskah kuno yang terdapat di daerah tersebut.

“Jadi, kalau Pemkot Cirebon tidak bisa menyelamatkan naskah kuno itu, pemerintahh provinsilah yang harus bertanggung jawab dan membeli naskah itu,” ujar Rektor Unpad Ganjar Kurnia saat dimintai komentarnya tentang kepastian nasib 500 naskah kuno asal Cirebon yang akan dijual kepada Malaysia, Selasa (5/8).

Menurut dia, Unpad berkepentingan dengan naskah tersebut. Terutama untuk penelitian isi naskah. Namun demikian, Unpad tidak mau menyalahi kompetensi pemerintah selaku penanggung jawab. Lagi pula, Unpad belum siap dengan pemeliharaan naskah.

“Kalau pemerintah kan sudah ada museum. Selain itu, jumlah nominalnya juga tidak banyak bila dibandingkan dengan kekayaan isi yang terkandung di dalamnya,” ujarnya. Read the rest of this entry »


  • 15 Seni dan Budaya Jabar Akan Dihakpatenkan
    JAWA Barat kaya akan seni, budaya, dan upacara adat, yang menjadi ciri khas sejak zaman dahulu. Dari 250 macam seni budaya maupun upacara adat yang ada, kira-kira 150 di antaranya masih aktif dan masih dipakai oleh warga Jabar. Semua kekayaan ... - #

Last Comment

  • galih muhammad: punten , hoyong terang meser karinding dimana nya ?
  • diko: wah jangan sampai, sudah lagu rasa sayange dsb diambil sama ...
  • luki: leres....leres.......
  • ninda: leres, seueur wanoja sareng jajaka nu langkung motekar, nu l...
  • luki: leres pisan kang benny, nu motekar, nu gaduh kamampuan mung ...
  • moza: saya bru blajar krinding . ternyata karindingg itu mudah jug...
  • Joko P.: bukannya kecolongan, ttp emang pem kita aja yg membiarkan it...
  • christ: wah jadi prihatin yo sama menteri kit...
  • rudy: muhun eta oge sae' ...namung tidinya tarekahan deui ku urang...
  • adhelina pisca: gak boleh kecolongan lagii
  • adhelina pisca: jangan sampe Indonesia kecolongan lagii sm Malangsia !
  • cah ayu dr pekandangan: mi..........nie murid mi2,saya nax pkd .ouh.........y mi,say...
  • izmal: pupuhna ulahnu( eling-eling )wae nulain atuh ok.... kirim ka...
  • almas aprilana: upami bade meser karinding di mana nya?punten tiasa nyuhunke...
  • heri: alhamdulillah kami digarut juga melestarikan seni karinding
  • Eep: alaikum salam kang sule.... reueus dilongokan ku pupuhu bud...
  • Kang Sule (sukmasunda): Aeh.... Assalamu alaikum, Kang Ep....
  • Kang Sule (sukmasunda): Sok jadi kaliru atuda, Loh. Dipiwarang ngajurian ge sok jant...
  • herman: Saya kira bukan masalah sentuhan baru, sebab secara musikal ...
  • herman: Angklung yang datang ke Malaysia adalah dibawa oleh orang Ja...

No shows booked at the moment.